Amandemen Kesembilan

Amandemen Kesembilan

Amandemen Kesembilan merupakan bagian dari RUU Hak yang ditambahkan ke dalam UUD pada tanggal 15 Desember 1791. Disebutkan bahwa semua hak yang tidak tercantum dalam UUD adalah milik rakyat, bukan pemerintah. Dengan kata lain, hak-hak rakyat tidak terbatas hanya pada hak-hak yang tercantum dalam UUD.

Dari Konstitusi

Berikut teks Amandemen Kesembilan dari Konstitusi:

'Pencacahan dalam Konstitusi, tentang hak-hak tertentu, tidak boleh ditafsirkan untuk menyangkal atau meremehkan hak-hak lain yang dimiliki oleh rakyat.'

Bingung?

Kata-kata yang digunakan dalam Amandemen Kesembilan bisa membingungkan. Mari kita bahas beberapa frasa:

'pencacahan dalam Konstitusi, hak-hak tertentu' - Kata 'pencacahan' berarti daftar yang dipesan atau diberi nomor. Jadi di sini mereka mengacu pada 'daftar hak' dalam Konstitusi.

'tidak boleh ditafsirkan' - Kata 'ditafsirkan' berarti 'menafsirkan makna sesuatu'. Jadi ini berarti sesuatu seperti 'jangan anggap ini berarti.'

'menyangkal atau meremehkan orang lain yang dimiliki oleh rakyat' - Ini berarti bahwa pemerintah tidak dapat mengambil (menyangkal atau meremehkan) hak-hak orang lain.

Jika Anda menggabungkan ini, Anda mendapatkan:

Hanya karena ada daftar hak di dalam konstitusi, bukan berarti pemerintah bisa mencabut hak-hak masyarakat lain yang tidak terdaftar.

Ini tidak dimaksudkan sebagai definisi hukum, hanya sesuatu untuk membantu Anda memahami arti umum dari amandemen tersebut.

Apa sajakah 'hak lain'?

Amandemen Kesembilan tidak pernah mencantumkan dengan tepat hak apa yang 'dipegang oleh rakyat'. Itulah inti dari amandemen. Orang yang berbeda memiliki ide yang berbeda tentang apa hak-hak ini. Dapatkah Anda memikirkan beberapa 'hak' yang menurut Anda masih dipegang oleh masyarakat? Berikut ini beberapa contohnya:
  • Hak untuk makan junk food
  • Hak atas pekerjaan
  • Hak untuk mewarnai rambut Anda menjadi hijau
  • Hak atas air minum bersih
Hak atas Privasi

Bagaimana dengan hak privasi? Ternyata Mahkamah Agung pada tahun 1965 memutuskan bahwa Amandemen Kesembilan melindungi hak privasi dalam perkawinan dalam kasus tengaraGriswold v. Connecticut.

Fakta Menarik tentang Amandemen Kesembilan
  • Kadang-kadang disebut sebagai Amandemen IX.
  • Amandemen ini terkadang digunakan untuk menghentikan pemerintah memperluas kekuasaannya melebihi yang tercantum dalam Konstitusi.
  • Hakim Robert Bork menyebut Amandemen Kesembilan sebagai 'noda tinta yang tidak berarti' pada Konstitusi.
  • Amandemen Kesembilan dikutip oleh Mahkamah Agung di terkenalRoe v. Wadekasus.
  • Beberapa hakim menilai amandemen ini bukan sebagai sumber tambahan hak, melainkan sekadar aturan tentang cara membaca UUD.